Selasa, 02 Juli 2013

Chord guitar and lyric Prisa - God Only Knows

Intro : E B C#m B A 2x
E    B               C#m         B        A
dear God, thanks for the air i breathe today
E            B                  C#m B A
thanks for a chance to open my eyes again
E   B                C#m   B     A
i know it, that you love me this way
E     B                 C#m         B       A
and i know it, you will shine in my darkest night

E      B      C#m      A          E      C#m     A
i will always pray the best for you.. my darling
E      B       C#m      A        E B     C#m   A
God only knows how much i miss you.. i miss you.. i miss you

Interlude : E B C#m B A 2x

E    B         C#m   B A
i love you, so deeply 
E  B              C#m  B A
i hate to let you know
E          B             C#m    B     A
and i know it, that you leave me this way
E       B                 C#m      B       A
and the pain is, killing me in the darkest night

E      B      C#m      A          E B    C#m     A
i will always pray the best for you.. my darling
E      B       C#m      A        E B     C#m   A
God only knows how much i miss you.. i miss you.. i miss you

Interlude :  A E 3x A C#m B A

E      B      C#m      A          E B    C#m     A
i will always pray the best for you.. my darling
E      B       C#m      A        E B     C#m   A
God only knows how much i need you.. i miss you.. i love you

Coda :  E B C#m B A 2x
 
 

Sabtu, 29 Juni 2013

AKB48 + JKT48 - Tenshi no Shippo Lyric

☆彡 AKB48`s Version 彡☆

この胸の切なさを息で吐いて
膨らんだ風船の手を離した

どんどん高く 
青空 飛んでく秘密
風に吹かれどこへ行くの?

恋は
いたずらな天使のしっぽ 
フワフワどこかに逃げるの
憧れの太陽が眩しすぎる
だから
そんな好きじゃないふりして 
そっけない態度をしちゃうの
遠くから眺めてる 
私だけの片想い

もし君にこの視線 
気づかれたら
キュンとして心臓が破裂しちゃう

どうしてこんな苦しい
気持ちになるの?
白い雲に聞いてみたい

恋は
気まぐれな天使のしっぽ 
ユラユラ掴まえられない
初めての経験じゃ手に負えない
いつか
運の風向きが変わって 
偶然こっちを見るまで
この場所で待ってるわ 
虹が架かる奇跡まで

恋は
いたずらな天使のしっぽ 
フワフワどこかに逃げるの
憧れの太陽が眩しすぎる
だから
そんな好きじゃないふりして 
そっけない態度をしちゃうの
遠くから眺めてる 
私だけの片想い

kono mune no setsunasa wo iki de haite
fukuran da fuusen no te wo hanashita

dondon takaku
aozora tondeku himitsu
kaze ni fukare doko e iku no?

koi wa
itazura na tenshi no shippo
FUWAFUWA dokoka ni nigeru no
akogare no taiyou ga mabushi sugiru
dakara
sonna suki janai furi shite
sokkenai taido wo shichau no
tooku kara nagameteru
watashi dake no kataomoi

moshi kimi ni kono shisen
kitzukaretara
KYUN toshite shinzou ga haretsu shichau

doushite konna kurushii
kimochi ni naru no?
shiroi kumo ni kiite mitai

koi wa
kimagure na tenshi no shippo
YURAYURA tsukamaerarenai
hajimete no keiken ja te ni oenai
itsuka
un no kazamuki ga kawatte
guuzen kocchi wo miru made
kono basho de matteru wa
niji ga kakaru kiseki made

koi wa
itazura na tenshi no shippo
FUWAFUWA dokoka ni nigeru no
akogare no taiyou ga mabushi sugiru
dakara
sonna suki janai furi shite
sokkenai taido wo shichau no
tooku kara nagameteru
watashi dake no kataomoi

☆彡 JKT48`s Version 彡☆

Ku Ingin hembuskan gelisah di dada
dengan nafasku
Balon yang bulat kulepaskan dari tanganku

Semakin tinggi rahasia terbang di langit biru
Ditiup angin entah kemana

Cinta bagaikan ekor malaikat yang nakal
Kabur dengan lembut tak tahu kemana
Matahari yang ku dambakan
Terlalu silau…
Karnanya aku berpura-pura tidak suka
Dan aku pun menjadi bersikap dingin
Aku memandang dari kejauhan
Cinta tak berbalas, hanya milikku…

Jika kau sadar akan pandanganku pada dirimu
Jantungku pun berdegup kencang dan akan meledak
Mengapa perasaanku jadi berat begini
Ku ingin bertanya pada awan putih

Cinta bagaikan ekor malaikat
yang plin plan
Gerak kesana-sini susah ku tangkap
Tak akan bisa atasi pada
Pengalaman pertama…
Suatu hari arah angin akan berubah
Hingga kebetulan kau lihat kesini
Ku kan menunggu di tempat ini
Hingga keajaiban, munculnya pelangi…

Cinta bagaikan ekor malaikat yang nakal
Kabur dengan lembut tak tahu kemana
Matahari yang ku dambakan
Terlalu silau…
Karnanya aku berpura-pura tidak suka
Dan aku pun menjadi bersikap dingin
Aku memandang dari kejauhan
Cinta tak berbalas, hanya milikku…

Jumat, 28 Juni 2013

AKB48 + JKT48 - Inochi no Tsukaimichi lyric

☆彡AKB48`s Version彡☆

ダレカニ アイサレタイ
ダレカニ アイサレタイ

電車の中で
i-Podを聴いていたら
なぜだかふいに
生きるのが嫌になった

音楽なんかじゃ癒せやしない
心のどこかが錆びついてる

おじさんから声でも 掛けられたら
少しは寂しさ消えるかな
誰でもいいからそばにいて
代わりに欲しいもの
全部あげるよ

ダレカニ アイサレタイ

このまま一人
終点まで着いちゃったら
私どこへも
行く場所が見つからない

家族も友達も空気みたい
伸ばしたその手がまた宙を切る

おじさんから声でも掛けられたら
そこから何かが変わるかな
教えて 命の使い道
代わりに何だってさせてあげるよ

「おじさん、何をしたいの?」

おじさんから声でも 掛けられたら
少しは寂しさ消えるかな
誰でもいいからそばにいて
代わりに欲しいもの
全部あげるよ

おじさんから声でも掛けられたら
本当(ホント)の自分に会えるかな
正しい命の使い道
教えてくれるならお礼はするよ

ダレカニ アイサレタイ
ダレカニ アイサレタイ

DAREKA NI AISARETAI
DAREKA NI AISARETAI

densha no naka de
i-Pod wo kiite itara
nazedaka fui ni
ikiru no ga iya ni natta

ongaku nanka ja iyase yashinai
kokoro no dokoka ga sabitsuiteru

ojisan kara koe demo kakeraretara
sukoshi wa sabishisa kieru kana
dare demo ii kara soba ni ite
kawari ni hoshii mono
zenbu ageru yo

DAREKA NI AISARETAI

kono mama hitori
shuuten made tsuichattara
atashi doko e mo
iku basho ga mitsukaranai

kazoku mo tomodachi mo kuuki mitai
nobashita sono te ga mata chuu wo kiru

ojisan kara koe demo kakeraretara
soko kara nanika ga kawaru kana
oshiete inochi no tsukaimichi
kawari ni nan datte
sasete ageru yo

"Ojisan, nani wo shitai no?"

ojisan kara koe demo
kakeraretara
sukoshi wa sabishisa kieru kana
dare demo ii kara soba ni ite
kawari ni hoshii mono
zenbu ageru yo

ojisan kara koe demo kakeraretara
hontou no jibun ni aeru kana
tadashii inochi no tsukaimichi
oshiete kureru nara orei wa suru yo

DAREKA NI AISARETAI
DAREKA NI AISARETAI

☆彡JKT48 Version 彡☆

Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang

Di dalam kereta
Sambil mendengarkan i-Pod
Kenapa tiba-tiba ku jadi benci pada hidup ini

Lagu pun tidak dapat menolong diriku
Suatu tempat di hatiku menjadi berkarat

Apabila ku di sapa oleh dirimu
Mungkin rasa sepi akan sedikit hilang
Siapa pun tidak apa, temani aku
Gantinya, akan kuberikan
Semua yang kau inginkan

Aku ingin dicintai oleh seseorang

Aku tetap sendiri
Jika ku sampai di titik akhir
Ku tak bisa temukan tujuan bagi untuk aku pergi

Keluarga dan teman pun seperti udara
Tangan yang kuulurkan membelah udara

Apabila ku disapa oleh dirimu
Dari situ mungkin suatu akan berubah
Ajari cara untuk gunakan jiwa
Selebihnya, kan kubiarkan
Berbuat apa saja

Apa yang kau mau?

Apabila ku di sapa oleh dirimu
Mungkin rasa sepi akan sedikit hilang
Siapa pun tidak apa, temani aku
Gantinya, akan kuberikan
Semua yang kau inginkan

Apabila ku di sapa oleh dirimu
Mungkinkah bisa bertemu diri sebenarnya
Cara untuk gunakan jiwa dengan benar
Jika kau beritahu aku, kuberterima kasih

Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang

Jumat, 26 April 2013

My Story of Rain.. 「大切な人」

Hujan..

Entah mengapa aku sangat suka dengan hujan. Bunyi rintiknya dan aroma khas hujan selalu membuatku tenang. Terlebih lagi karena ada seseorang yang membuatku semakin menyukai hujan. Aku menyukainya tapi aku pun tak berani untuk jujur padanya tentang apa yang kurasa selama ini padanya. Tiap hujan turun, pikiranku menerawang pada beberapa waktu lalu, saat mata kami bertemu dalam beberapa detik namun terasa begitu lama. Mengenang saat kami mulai tertawa bersama, membicarakan hal yang memang tidak penting untuk menjadi topik namun aku sangat menikmati saat-saat singkat itu.

Hatiku berdegup kencang, aku tak berani untuk menatap matanya. Apa ini yang dimaksud cinta pada pandangan pertama? Untunglah aku bisa mengatasi degup jantung ini. Bertemu dengan orang yang spesial di waktu yang tidak dapat disangka-sangka memang terlihat normal tapi tidak untuk diriku. Aku masih sangat ingat hal apa saja yang kita lakukan dalam waktu yang singkat itu, dan dari sana aku bisa tau bahwa kau juga menyukai hujan.. Terdengar lucu tapi ini memang suatu kebetulan.

Beberapa waktu setelah kami saling bertemu untuk pertama kalinya, sekarang akupun tidak tau bagaimana kabarnya, apa yang ia lakukan sekarang dan apakah disana hujan seperti yang aku lihat saat ini di tempatku berada sekarang.
Aku rindu..
Hanya membaca pesannya sudah membuatku sangat senang, aku harap ia baik-baik saja disana. Terkadang perasaanku menggebu-gebu ingin bertemu dengannya namun jarak memang tidak mengizinkannya, apa boleh buat..

Saat ini aku tidak dapat melangkah untuk menggapaimu. Aku hanya bisa bermimpi untuk mendapatkanmu. Kau tau bahwa banyak cara dari manusia terhadap mimpinya? Ada yang maju dan mengejarnya, ada yang mundur lalu membuangnya dan ada pula yang diam dan menyimpannya dalam diam. Dan aku lah manusia yang terakhir itu. Memilikimu bukanlah hal yang mudah, bisa saja ditengah jalan nanti jika aku terus mengejarmu aku akan terjatuh dan kehilangan jejakmu, dan aku tidak mau itu. Cukup melihat dirimu bahagia, itu sudah menjadi kebahagianku juga.

Karena kau adalah orang yang berharga untuk hidupku.

Rabu, 13 Maret 2013

[FF] WHITE rose DAY

Title : WHITE rose DAY
Author : Teko a.k.a Riri
Genre : Romance, angst
Starring : the Gazette
Pairing : Reita and Ruki
Disclaimer : they aren't mine but I’m the own of this story line.

Summary : “Happy White Day... Ruki chan..”
Aku tau ini terlalu awal untuk mengucapkannya, tapi jika menunggu hari itu.. aku tak akan bisa mengatakannya langsung padamu, sebab di hari itu aku pasti sudah tidak bisa disisimu lagi, my dearest Ruki..

-------------------------------------------------------------------

“Reita san.. apa anda sudah minum obat pagi ini?” sontak suara suster itu membangunkanku dari lamunan tentang Ruki. “A.. kau mengagetkanku. Ya aku sudah meminumnya” ku tolehkan wajah ke arah meja kecil tepat disisi ranjang yang kutempati saat ini. Disana ada makanan, buah dan beberapa obat yang harus ku lahap setiap pagi dan malam. Ditambah satu buah lemari kecil dibawah meja itu untuk meletakan persediaan cairan infus.

Rumah sakit.. Ya itulah dimana saat ini aku berada.

Karena penyakit yang kuderita, aku harus berada disini sampai saatnya tiba. Entah berapa lama lagi aku bisa bertahan dengan keadaan seperti ini tapi aku merasa ini tidak akan lama lagi.

Kanker otak..

Penyakit itu kutukan untukku. Mengapa aku yang dipilih mendapatkan penyakit itu? Apa aku berbuat kesalahan di masa lalu? Ya.. hanya penyesalan yang ada saat ini. Namun aku bukan Tuhan yang bisa mengatur semuanya, inilah yang terjadi pada diriku saat ini. Rasa sakit yang teramat sangat kadang datang hingga aku tak dapat menahannya, di sisi lain aku tidak dapat memperlihatkan ini pada orang yang ku cintai, Ruki.

Aku tidak ingin dia mengetahui seberapa buruknya keadaanku saat ini. Setiap ia datang, aku selalu memberikan senyuman seperti biasanya walaupun dibalik senyuman itu aku menahan rasa sakit ini. Aku tidak ingin membuatnya sedih. Seberapaun aku berusaha melawan semuanya namun ada saatnya aku merasa kalah hingga menitikkan air mata saat aku membayangkan jika aku tidak ada disisinya lagi. Saat itu aku tidak bisa lagi merasakan sentuhan kulit halusnya, kecupan hangat bibirnya, dan aku tidak lagi bisa mendengar kata-kata dari mulutnya yang kadang ia ingin aku manjakan. “Aku merasa lega bisa memilikimu seutuhnya, Ruki..”

“Reita san, anda melamun?” untuk kedua kalinya dipagi ini suara suster itu mengagetkanku. “ah, tidak. Aku hanya sedikit khawatir pada kondisiku, akhir-akhir ini kepalaku lebih sering sakit dan lebih sakit daripada minggu-minggu sebelumnya. Apa waktuku tidak lama lagi?” praaang.. seketika suster itu menjatuhkan salah satu vas bunga yang ada di samping jendela. “Reita san, kau tak perlu khawatir mungkin ini adalah efek dari kemoterapi yang sedang kau jalani. Saya yakin anda kuat menjalani ini semua. Oh ya ada seseorang yang menunggumu diluar dan aku tau ini orang yang penting untukmu. Akan aku tinggalkan kalian berdua.” Tap tap tap tap.. suara langkah itu seraya menghilang.

Ckleeek.. –suara pintu terbuka

“Reita kun, ohayou..” sapa pemuda mungil itu dengan segenggam bunga yang selalu ia bawa setiap kali mengunjungiku. “Hari ini aku membawakan bunga baru agar kamarmu menjadi segar” ia melanjutkan ucapannya sambil sibuk mengganti bunga yang lama dengan bunga yang ia bawa. Ya itu membuat kamar ini menjadi lebih segar, atau mungkin karena ia ada disini sekarang.

“Ruki.. apa kau tidak lelah setiap hari datang kesini?” tanyaku namun ia masih sibuk mengganti bunga untuk diletakan di sisi ranjangku. “kau ini sedang bicara apa sih, mana mungkin aku lelah.” –menarik napas panjang “aku akan terus menemanimu sampai kau sembuh dan aku akan terus menjagamu, tak akan kubiarkan kau sendirian disini” Ruki pun menggenggam erat tanganku. Tangan ini begitu mungil dan hangat, kulitnya pun sangat halus membuat aku ingin selalu disentuhnya. Andai saja aku bisa terus menggenggam erat tangan ini hingga tua nanti.. pasti itu akan sangat menyenangkan kan, Ruki..

“Reita kun, mengapa kau menangis?” gawat, tiba-tiba saja aku menitikkan air mata didepannya. “ah tidak tidak, ini adalah air mata kebahagiaan karena aku bisa memilikimu sampai sekarang. Jadi kau tak perlu khawatir ya karena aku akan berusaha agar segera sembuh dan menepati janjiku padamu saat White Day nanti” dalih aku mengatakan hal mustahil itu untuk membuat Ruki tenang. Entah aku berdosa atau tidak karena aku menjanjikan lagi suatu hal yang tak mungkin bisa aku lakukan untuknya pada hari itu. “un.. Reita kun arigatchuu~” –chuu kecupan itu mendarat di bibirku, bibir mungilnya membuat aku ingin membalasnya lebih dalam.

-----------------------------------------------------------------

Rasa sakit ini..

“Aaakh.. sensei!! Aku tidak tahan lagi! Rasa sakit ini membuat kepalaku terasa pecah!!!” teriakku pada dokter yang selama ini menanganiku. Saat ini aku pikir aku tidak bisa lagi menahannya lagi. Seketika aku melihat Ruki duduk di sofa yang jauh dari jangkauanku, isak tangisnya membuatku lebih merasa sakit, tidak hanya dikepala tapi juga dihati. Ruki.. tolong jangan menangis lagi.. Batinku.
Lalu aku tak tau apa yang terjadi dengan diriku saat selanjutnya, rasanya tenang.. tak terdengar suara apapun, mungkin dokter telah menyuntikkan obat penenang padaku.

Ckleeek..

“Reita san, anda sudah siuman? Tadi Ruki san bilang padaku bahwa ia akan keluar sebentar untuk membeli seuatu, aku pikir mungkin ia membeli makan sebab sejak pagi hingga sore tadi ia berjaga disini, memastikanmu agar tidak terjadi apa-apa” ucap suster itu yang siap untuk mengambil darahku. “souka.. suster, boleh minta tolong? Aakh itai..” sontakku saat jarum runcing itu menembus kulitku. “ kau ingin minta tolong apa, Reita san? Katakan saja” suster itu membereskan alat suntik yang tadi dipakai untuk mengambil sample darahku. “Jika saat White Day aku sudah tidak ada disini, bisa kah anda memberikan bunga mawar putih yang ku tanam di taman belakang rumah sakit ini 1 bulan yang lalu? Karena aku tidak bisa bertahan hingga hari itu, bisa kah anda melakukannya?”
Maaf Ruki aku tidak bisa menepati janjiku padamu.. umpat sesalku dalam hati.

-----------------------------------------------------------------

Tubuhku semakin hari semakin melemah, alat-alat kedokteranpun banyak digunakan untuk menopang kerja organ tubuh ini yang tak lagi bisa bekerja dengan baik. Di sofa itu orang yang sangat berharga untukku tertidur pulas, tergoreskan wajah sedih, lelah dan putus asa namun masih tersirat penuh harap dalam wajah mungilnya itu, entah bagaimana melukiskannya yang jelas itu membuatku sedih melihatnya. Maafkan aku, Ruki..

“A, Reita kun.. kau sudah bangun?” dengan segera ia bangkit setelah ia menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya dari sini. Dengan tergulai lemah aku terus menatapnya. “Apa kau butuh sesuatu? Kau ingin minum? Atau makan? Biar aku buka gorden dan jendelanya biar kau bisa menghirup udara segar ya.” Aku pun tak menjawab apapun, aku hanya menggenggam lemah tangan mungilnya itu, menghentikannya agar ia tetap berada disampingku. Aku tak kuasa menatap wajahnya namun aku harus mengatakan apa yang harus aku katakan saat ini sebelum terlambat.

“Ru-ki-chan.. –dengan terbata-bata aku berusaha untuk mengatakannya. H-hap-py White D-day.” Suaraku tertahan. “ta-tapi.. White day kan masih lusa, Reita kun.” Ucapnya dengan sedikit bingung. Aku terus menarik napas panjang, “Aku tau ini terlalu awal untuk mengucapkannya, tapi jika menunggu hari itu.. aku tak akan bisa mengatakannya langsung padamu, sebab di hari itu aku pasti sudah tidak bisa disisimu lagi..” dengan suara yang semakin melemah dan bulir airmata yang terus mengalir aku bisa menyelesaikan kata-kataku. “Rei, apa kau tega meninggalkanku sendiri? Kau pasti bisa melawan ini semua!” –dengan suara yang terus meninggi ia tetap melanjutkan kata-katanya dan tak kalah dengan ku, air matanya pun tak sanggup ia bendung. “Maafkan aku, Ruki..”

------------------------------------------------

March 14..

“Ruki san.. bisa bicara sebentar?”
“suster? Ada apa?”
“ini..”

Ruki sangat terkejut melihat apa yang suster itu bawa. “Mawar putih? Untuk apa ini suster?”
“ini adalah bunga yang ditanam Reita san di pekarangan belakang rumah sakit ini. Ia memintaku untuk memberikannya padamu sebagai hadiah White Day. Sebulan yang lalu ia menanamnya tanpa sepengetahuanmu karena ia ingin memberikan kejutan untukmu.”

Ruki pun tidak dapat berbicara apapun, ia hanya menggenggam mawar itu dan mendekapnya bersama dengan air matanya yang tak bisa ia tahan hingga mengalir deras.

“Bunga yang cantik. Rei.. Terimakasih
Aku mencintaimu..”